Negeri KAHYANGAN……

Standar

Wow..

Kalo kita mendengar kata itu pastilah kita terngiang akan cerita pewayangan jawa.. Sebuah kata yang menyegarkan hati dan jiwa kita. Dalam cerita pewayangan kahyangan adalah sebuah tempat dilangit yang dihuni para bidadari cantik dan para dewa..

Di sebuah desa di wonogiri anda juga bisa menemukan kahyangan yang sejati.. Tepatnya di desa Tirtomoyo.. Tapi jangan kita semua berpikir negatif alias ngeres dulu, disini tidak ada bidadari cantiknya.. Tapi dari cerita orang orang sekitar bahwa pada jaman dahulu disini menjadi tempat mandi para bidadari cantik, itulah mengapa lokasi ini dinamakan KAHYANGAN..

Perjalanan untuk menuju lokasi ini terbilang cukup jauh, saya membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari kota solo untuk dapat sampai di lokasi ini. Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi tempat ini. Kahyangan adalah hulu dari sungai Bengawan Solo, Sungai terpanjang di Pulau Jawa, tapi sayang saya tidak sampai ke sumber airnya. Padahal jarak dari lokasi teratas kahyangan cuman 1 km, tapi mau gimana lagi badan udah terlanjur capek sedangkan untuk ke sumber tidak ada akses jalan khusus.

Ketika anda sudah sampai di dusun Dlepih, anda akan menemui petugan portal yang meminta anda untuk membayar Rp.5000,- per mobil. Setelah itu anda bisa memarkir kendaraan anda di tempat yang telah disediakan. Sebuah gapura berdiri dengan tulisan “PETILASAN PANEMBAHAN SENOPATI” terpampang di antara gapura itu, saya jadi berpikir apakah dulunya tempat ini menjadi tempat semedi panembahan Senopati? Saya dan teman2 pun melanjutkan perjalanan ke atas.

Wow… Betapa kagetnya saya ketika melihat 2 buat batu yang sangat besar sekali berdempetan di jadikan sebagai pintu gerbang untuk masuk bahkan masih banyak keranya dengan nuansa mistisnya sangat kental sekali. Banyak sekali orang orang dari luar kota pada malam 1 suro yang datang hanya untuk mencari pesugihan, apapun itu yang penting niat saya untuk melihat hulu bengawan solo….
Dari pintu gerbang itu saya terus melanjutkan perjalanan ke atas, menaiki tangga yang sudah di rapikan sejauh 500 m, sebuah jarak yang lumayan sampai sampai harus istirahat 3 x. Untung nya saja di tengah perjalanan ada warung tenda yang menjual minuman, lumayan buat istirahat dan minum minum.

Badan pun kembali segar, tiba saatnya untuk naik lebih ke atas lagi. Dan akhirnya sampailah kami semua di atas kahyangan, tempat dimana menurut cerita jaman dahulu merupakan tempat manda para bidadari… Pemandangan dari atas memang bagus, ada sebuah tempat yang membentuk seperti kolam kecil, kemudian ada air yang mengalir seperti melewati dalam gua.. Tapi tetap saja nuansa mistisnya sangat kental, karena banyak sekali bunga melati tercecer di sana. Bahkan ada sebuah tempat yang di beri pagar melingkar yang konon katanya tempat paling manjur untuk semedi kalo anda ingin mencari pesugihan (Ingat itu syirik).

Tapi sayang pada waktu saya kesana, warna airnya tidak seperti yang saya bayangkan.. dan Debit airnya menurut teman saya tidak seperti dulu, Sekarang jauh lebih kecil.
Anda ingin kesana….?
Untuk jalan – jalan ato hanya sekedar ingin tahu..!
Tapi ingat, Janganlah anda kesana kalau anda hanya ingin mencari PESUGIHAN..
itu adalah perbuatan SYIRIK…

About these ads

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s