Pelajaran dari Kiriman Teman…

Standar

.Suatu waktu saya mendapatkan sebuah email dari konsultan rumah zakat indonesia… Dan judul email itu adalah Cermin Hati : Gaji Papa Berapa ? Begitu melihat judulnya dalam hati kecil saya langsung menerka isinya adalah seorang anak yang ingin mengajak ayahnya untuk memberi sodaqoh kepada yang membutuhkan. Tapi ternyata perkiraan saya itu salah total…. bahkan setelah selesai membacanya, hati saya merasa teriris, sampai menitikkan air mata….. Dalam hati saya mengapa saya tidak menyadarinya tentang kondisi yang sama seperti itu…… Terima kasih kepada temen-temen di Rumah Zakat Indonesia (sdr. Usep K) yang sudah mengirimkan artikel ini kepada saya…. Kalau boleh lewat blog ini saya ingin membaginya kepada temen-temen yang lain…..

Cermin Hati : “Gaji Papa Berapa ?”

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

”Kok, belum tidur?” sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,
”Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”

”Lho tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?”

”Ah, enggak. Pengen tahu aja,” ucap Sarah singkat.

”Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?” Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.

”Kalo satu hari Papa dibayar Rp 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong\\\”,” katanya. ”Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur,” perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, ”Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- enggak?”

”Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis.

”Papa bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur.

Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp 5.000,-, lebih dari itu pun Papa kasih,” jawab Andrew.

\”Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa?” tanya Andrew lembut.

”Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,-. Tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000,-. Tapi uang tabunganku kurang Rp 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa,” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk ”membeli” kebahagiaan anaknya.

Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s